9 Januari 2014
Iam
turning 20 in few months later. Usia yang kalau dipikir-pikir harus mikir berat,
halah. Beberapa hari terakhir lumayan mikir sih, Iam turning 20 soon, what I’ve
done so far, what I’ve got, and what I’ve learnt. Actually, gue nggak sehebat
traveller yang di usia seginian udah keliling beberapa negara, bahkan Indonesia
yang lumayan luas pun belum gue jabanin dari ujung ke ujung. Gue terus mikir
dan mikir, gue udah berkontribusi apa buat negara gue, nyokap gue, agama gue?
Daaan eng..ing..eng gue nemu jawabannya, meskipun gue gak gahuul keliling dunia, tapi gue cukup berkontribusi utk hal-hal
yang gue sebutin tadi dalam porsi yang gak sebanyak presiden sih kalau buat
negara. At least, I’ve tried hard and learnt hard too :D.
Gue
nggak apatis sama kondisi negara gue, siapa yang jadi pejabatnya, apa aja yang
mereka lakuin, gue sedikit ngikutin lah, tapi belum sempet ikutin demo sih, pas
harga bawang atau bensin naik hehee. Gue juga merhatiin dunia pertelevisian dan
perfilman kok lewat mata kuliah gue dan film2 non Indonesia yang udah bejibun
gue tonton, yah well kebanyakan kritik sih. Tapi at least gue punya cita-cita,
insyaallah mulia, gue pengen studi tentang film dan someday menyumbangkan pemikiran gue buat dunia perfilman Indonesia.
Amin Ya Allah J. Well anybody have a right for dreaming.
Dan
buat nyokap gue, gue nggak pernah sedikitpun bertindak tanpa mikirin sebab dan
akibatnya (masak sih?). Ibaratnya apa
yang gue lakuin selalu lah mempertimbangkan gimana pendapatnya beliau. As a
single parents, I know how hard it was. For its matters, I know, and Iam forced
to think as an adult J. Karena gue ngrasa, the way Iam living
right now maybe different from others. Satu-satunya yang kami punya adalah rasa
saling memiliki satu sama lain. So that, I love her so much.
Untuk
agama gue, gue selalu berusaha lebih baik. Yah, meskipun di usia soon to be 20 ini banyak ngelakuin
kesalahan tapi gue sadar kok kalo dosa, at least gue sadar kalau salah. Dan insyaallah
masih diberi kesempatan untuk berubah, amiin Ya Allah :D. Nah, di usia ini pula
banyak temen2 yang ngomongin tentang menyempurnakan separuh agama, marriage.
Hahaha,
what is it? Nggak tau buat orang lain, tapi diusia ini buat gue marriage is matters. Why? Yap bayangan
gue terlalu banyak tetek-bengek yang menyertainya dimana gue mikir, gue belum
mampu meng-handle nya (ecieee). Tapi
tetep salut lah sama temen-temen yang udah siap, semangat yaa hahaha (apasih??). Tapi dari sekian
masalahnya->married yang paling penting adalah calonnya, hehehe :D. What’s
your criteria? Me? I prefer, responsible ones. He’s the one that would be a
leader, so must be responsible. Harus
Tanggung Jawab, itu yang paling penting
J. What about you? Yang ganteng-kah? Charming-kah?
Good looking kah? It doesn’t matter I think, just suggesting sih, carilah yang bertanggungjawab yang siap mengarungi
perjalanan panjang nan berliku bersama, no matter what. Charming, good looking
kayak Brad Pitt atau Prabu Revolusi kalo tua tetep keriput kok,
so choose the best one, out of the best. Really guys it works :D (hahaha halah
sok berpengalaman).
NB:
Perhatian, the writer, herself masih amatir hehe. Just trial and error, tapi
berdasar penerawangan sepuluh menit lumayan bener lah saran ini hehhe.