22:26
Beberapa malam ini, jujur saya nggak bisa tidur. Semacam mikirin kayak selalu ada yang kurang dalam hidup saya, selalu banyak yang harus didapat. Jadi agak mellow hasilnya selama beberapa hari, dan suatu malam saya berdoa kepada Tuhan, "Rabb, mohon bimbing saya, mohon tunjukkan jalan yang benar, jalan yang berkah, jalan yang Engkau ridhoi. Dan jadikan saya, hamba yang selalu bersyukur."
Setelah kegalau-an dan kesedihan yang entah bermuasal darimana, malamnya saya bermimpi, teman saya menjadi tuna netra. It sucks out, really. Tuhan menjawab doa saya begitu cepat, lewat mimpi, yang singkat tapi sangat melekat. So, pelajaran pertama yang membuat saya tidak bisa mengingkari nikmat-Nya, yakni alhamdulillah saya sehat jasmani rohani, tanpa kurang satu apapun.
Pelajaran kedua, datang 2 hari kemudian. Saya dipanggil mendapat tawaran mengajar privat, anak SD dan SMA. The things that makes me so surprise is mereka keluarga yang sangat cukup secara finansial, tetapi mereka sangat kurang akan kebersamaan, kehangatan dan kenyaman keluarga. Seriously ini bukan kayak di sinetron rasanya, karena saya ngalamin sendiri, rasanya rumah itu penuh tapi sepi tawa, sepi akan kehangatan keluarga. Dan yang harus saya syukuri lagi, I've never been experienced that occasion, I hope not. My mom cherish me alot, protects me alot, loving me that much. Singkat kata, keluarga saya kecil, sederhana, tapi saya nyaman berada disana, seperti kembali ke rumah. Keluarga saya adalah rumah saya. Tempat berpulang, tempat teraman dan ternyaman di dunia. That's how family should be.
Once again, Iam really grateful. Thanks God, giving me a way for experiencing, understanding, give a meaning of every seconds passed by. Thanks
Tidak ada komentar:
Posting Komentar