Proyek 35.000 megawatt yang
dicanangkan pemerintah untuk mengembangkan negeri sudah sampai mana ? apakah
sudah terlaksana ? lalu jika sudah terlaksana, mau dikemanakan listrik itu ?
Beberapa pertanyaan tersebut selalu
mendera PLN setiap kali dihadapkan pada masalah pengerjaan proyek 35.000
megawatt. Bagi beberapa orang awam pastilah tidak terlalu intens menanyakan hal
tersebut. Mereka (kita) hanya akan ingat PLN jika terjadi pemadaman listrik di
rumah atau dikantor kita, bahkan di kapal laut sekalipun (?)
Ketika dilihat lebih dalam lagi,
bukan hendak membela, tapi ya keberhasilan PLN sudah banyak, Cuma gara-gara
sering pemadaman PLN lebih banyak dihujat daripada dipuji. Mengenai proyek
35.000 megawatt misalnya, sudah banyak proyek pembangkit yang sudah siap
beroperasi dan bahkan sudah beroperasi. Oleh karenanya, fokus PLN saat ini
bukan hanya menjaga stabilitas suplai listrik tetapi juga bagaimana cara kita
mensosialisasikan dan membangun pasar yang kondusif dari hasil proyek tersebut.
Ditemui di sela kegiatan pembagian
zakat PT.PLN di Ciracas, Saslizar, manajer area Meulaboh yang baru saja
dipercaya mengendalikan area Ciracas menerangkan pentingnya ubah mindset PLN. Sudah merupakan kewajiban
PLN untuk menyediakan listrik kepada masyarakat tapi demi kemajuan perusahaan,
kita harus ubah mindset ke arah bagaimana memasarkan hasil proyek sehingga
terbentuk citra perusahaan yang baru yang lebih baik.
Sejauh mana proyek 35.000 megawatt itu sudah berhasil dijalankan dan
bagaimana imbasnya ke masyarakat?
Sejauh ini proyek pembangunan
berjalan lancar tahap demi tahap. Sesuai porsinya, target tahun ini sudah
diagendakan direksi dan kami sudah terima. Saat ini, menyediakan listrik yang
stabil sudah merupakan kewajiban PLN sebagai penyedia utama listrik di negara
ini. Namun mau sebanyak apapun pembangkit kalau nanti hasilnya tidak mampu kita
jual ke masyarakat, itu juga tidak bagus. Maka dari itu, untuk lebih memperluas
manfaat kepada masyarakat kita juga perlu memikirkan bagaimana nantinya listrik
yang kita hasilkan bisa dipasarkan kepada masyarakat sehingga berguna dan tidak
mubadzir.
Apa yang seharusnya diperhatikan lebih dari proyek tersebut ?
Sebagian proyek pembangkit sudah
siap beroperasi, hanya saja kita perlu siapkan pasar untuk produk listrik kita.
Perlu ada perubahan mindset kita yang semula hanya berusaha menjaga suplai
listrik yang optimal menjadi lebih maju ke depan khususnya dalam hal memasarkan
produk kita. Inovasi kita tidak hanya terfokus pada masalah teknis saja, namun
inovasi dalam hal penjualan dan pelayanan kepada pelanggan juga perlu dibenahi.
Apa kaitan mengubah mindset dengan kemajuan PLN ?
Seperti yang ditekankan oleh pak
Sofyan Basir, kita PLN jangan hanya mengurusi hal-hal teknis mengenai
kelistrikan. PLN juga harus mengintegrasikan segala aspek dalam perusahaan demi
kemajuan. Jika selama ini pasokan listrik sudah sering dibenahi, maka
sekaranglah saatnya berbenah di bidang pelayanan. Mengubah mindset ini vital
mengingat proyek 35.000 megawatt ini ditarget 2019 selesai dan kita masih
dihadapkan pada anggapan buruk masyarakat. Sederhana saja, mau semaju apapun
kita jika dipelayanan kepada pelanggan masih belum optimal, maka anggapan
negatif masyarakat akan tetap ada. Maka dari itu, mari ubah mindset kita
menjadi pelayan masyarakat, berorientasi membangun relasi positif dan berpikir
visioner ke depan demi pemanfaatan listrik yang lebih efektif dan efisien.
Sesuaikan dengan visi dan misi PLN, Insha Allah PLN akan jaya di masa depan.
Proyek 35.000 megawatt
yang dicanangkan pemerintah untuk mengembangkan negeri sudah sampai mana
? apakah sudah terlaksana ? lalu jika sudah terlaksana, mau dikemanakan
listrik itu ?
Beberapa pertanyaan tersebut selalu mendera PLN setiap kali dihadapkan
pada masalah pengerjaan proyek 35.000 megawatt. Bagi beberapa orang awam
pastilah tidak terlalu intens menanyakan hal tersebut. Mereka (kita)
hanya akan ingat PLN jika terjadi pemadaman listrik di rumah atau
dikantor kita, bahkan di kapal laut sekalipun (?)
Ketika dilihat lebih dalam lagi, bukan hendak membela, tapi ya
keberhasilan PLN sudah banyak, Cuma gara-gara sering pemadaman PLN lebih
banyak dihujat daripada dipuji. Mengenai proyek 35.000 megawatt
misalnya, sudah banyak proyek pembangkit yang sudah siap beroperasi dan
bahkan sudah beroperasi. Oleh karenanya, fokus PLN saat ini bukan hanya
menjaga stabilitas suplai listrik tetapi juga bagaimana cara kita
mensosialisasikan dan membangun pasar yang kondusif dari hasil proyek
tersebut.
Ditemui di sela kegiatan pembagian zakat PT.PLN di Ciracas, Saslizar,
manajer area Meulaboh yang baru saja dipercaya mengendalikan area
Ciracas menerangkan pentingnya ubah mindsetPLN. Sudah merupakan
kewajiban PLN untuk menyediakan listrik kepada masyarakat tapi demi
kemajuan perusahaan, kita harus ubah mindset ke arah bagaimana
memasarkan hasil proyek sehingga terbentuk citra perusahaan yang baru
yang lebih baik.
Sejauh mana proyek 35.000 megawatt itu sudah berhasil dijalankan dan
bagaimana imbasnya ke masyarakat?
Sejauh ini proyek pembangunan berjalan lancar tahap demi tahap. Sesuai
porsinya, target tahun ini sudah diagendakan direksi dan kami sudah
terima. Saat ini, menyediakan listrik yang stabil sudah merupakan
kewajiban PLN sebagai penyedia utama listrik di negara ini. Namun mau
sebanyak apapun pembangkit kalau nanti hasilnya tidak mampu kita jual ke
masyarakat, itu juga tidak bagus. Maka dari itu, untuk lebih memperluas
manfaat kepada masyarakat kita juga perlu memikirkan bagaimana nantinya
listrik yang kita hasilkan bisa dipasarkan kepada masyarakat sehingga
berguna dan tidak mubadzir.
Apa yang seharusnya diperhatikan lebih dari proyek tersebut ?
Sebagian proyek pembangkit sudah siap beroperasi, hanya saja kita perlu
siapkan pasar untuk produk listrik kita. Perlu ada perubahan mindset
kita yang semula hanya berusaha menjaga suplai listrik yang optimal
menjadi lebih maju ke depan khususnya dalam hal memasarkan produk kita.
Inovasi kita tidak hanya terfokus pada masalah teknis saja, namun
inovasi dalam hal penjualan dan pelayanan kepada pelanggan juga perlu
dibenahi.
Apa kaitan mengubah mindset dengan kemajuan PLN ?
Seperti yang ditekankan oleh pak Sofyan Basir, kita PLN jangan hanya
mengurusi hal-hal teknis mengenai kelistrikan. PLN juga harus
mengintegrasikan segala aspek dalam perusahaan demi kemajuan. Jika
selama ini pasokan listrik sudah sering dibenahi, maka sekaranglah
saatnya berbenah di bidang pelayanan. Mengubah mindset ini vital
mengingat proyek 35.000 megawatt ini ditarget 2019 selesai dan kita
masih dihadapkan pada anggapan buruk masyarakat. Sederhana saja, mau
semaju apapun kita jika dipelayanan kepada pelanggan masih belum
optimal, maka anggapan negatif masyarakat akan tetap ada. Maka dari itu,
mari ubah mindset kita menjadi pelayan masyarakat, berorientasi
membangun relasi positif dan berpikir visioner ke depan demi pemanfaatan
listrik yang lebih efektif dan efisien. Sesuaikan dengan visi dan misi
PLN, Insha Allah PLN akan jaya di masa depan.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ockyadhicondro/jaga-stabilitas-listrik-sudah-kewajiban-ubah-mindset-itu-kemajuan_57732b7007b0bde604c94f6a
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ockyadhicondro/jaga-stabilitas-listrik-sudah-kewajiban-ubah-mindset-itu-kemajuan_57732b7007b0bde604c94f6a
Proyek 35.000 megawatt
yang dicanangkan pemerintah untuk mengembangkan negeri sudah sampai mana
? apakah sudah terlaksana ? lalu jika sudah terlaksana, mau dikemanakan
listrik itu ?
Beberapa pertanyaan tersebut selalu mendera PLN setiap kali dihadapkan
pada masalah pengerjaan proyek 35.000 megawatt. Bagi beberapa orang awam
pastilah tidak terlalu intens menanyakan hal tersebut. Mereka (kita)
hanya akan ingat PLN jika terjadi pemadaman listrik di rumah atau
dikantor kita, bahkan di kapal laut sekalipun (?)
Ketika dilihat lebih dalam lagi, bukan hendak membela, tapi ya
keberhasilan PLN sudah banyak, Cuma gara-gara sering pemadaman PLN lebih
banyak dihujat daripada dipuji. Mengenai proyek 35.000 megawatt
misalnya, sudah banyak proyek pembangkit yang sudah siap beroperasi dan
bahkan sudah beroperasi. Oleh karenanya, fokus PLN saat ini bukan hanya
menjaga stabilitas suplai listrik tetapi juga bagaimana cara kita
mensosialisasikan dan membangun pasar yang kondusif dari hasil proyek
tersebut.
Ditemui di sela kegiatan pembagian zakat PT.PLN di Ciracas, Saslizar,
manajer area Meulaboh yang baru saja dipercaya mengendalikan area
Ciracas menerangkan pentingnya ubah mindsetPLN. Sudah merupakan
kewajiban PLN untuk menyediakan listrik kepada masyarakat tapi demi
kemajuan perusahaan, kita harus ubah mindset ke arah bagaimana
memasarkan hasil proyek sehingga terbentuk citra perusahaan yang baru
yang lebih baik.
Sejauh mana proyek 35.000 megawatt itu sudah berhasil dijalankan dan
bagaimana imbasnya ke masyarakat?
Sejauh ini proyek pembangunan berjalan lancar tahap demi tahap. Sesuai
porsinya, target tahun ini sudah diagendakan direksi dan kami sudah
terima. Saat ini, menyediakan listrik yang stabil sudah merupakan
kewajiban PLN sebagai penyedia utama listrik di negara ini. Namun mau
sebanyak apapun pembangkit kalau nanti hasilnya tidak mampu kita jual ke
masyarakat, itu juga tidak bagus. Maka dari itu, untuk lebih memperluas
manfaat kepada masyarakat kita juga perlu memikirkan bagaimana nantinya
listrik yang kita hasilkan bisa dipasarkan kepada masyarakat sehingga
berguna dan tidak mubadzir.
Apa yang seharusnya diperhatikan lebih dari proyek tersebut ?
Sebagian proyek pembangkit sudah siap beroperasi, hanya saja kita perlu
siapkan pasar untuk produk listrik kita. Perlu ada perubahan mindset
kita yang semula hanya berusaha menjaga suplai listrik yang optimal
menjadi lebih maju ke depan khususnya dalam hal memasarkan produk kita.
Inovasi kita tidak hanya terfokus pada masalah teknis saja, namun
inovasi dalam hal penjualan dan pelayanan kepada pelanggan juga perlu
dibenahi.
Apa kaitan mengubah mindset dengan kemajuan PLN ?
Seperti yang ditekankan oleh pak Sofyan Basir, kita PLN jangan hanya
mengurusi hal-hal teknis mengenai kelistrikan. PLN juga harus
mengintegrasikan segala aspek dalam perusahaan demi kemajuan. Jika
selama ini pasokan listrik sudah sering dibenahi, maka sekaranglah
saatnya berbenah di bidang pelayanan. Mengubah mindset ini vital
mengingat proyek 35.000 megawatt ini ditarget 2019 selesai dan kita
masih dihadapkan pada anggapan buruk masyarakat. Sederhana saja, mau
semaju apapun kita jika dipelayanan kepada pelanggan masih belum
optimal, maka anggapan negatif masyarakat akan tetap ada. Maka dari itu,
mari ubah mindset kita menjadi pelayan masyarakat, berorientasi
membangun relasi positif dan berpikir visioner ke depan demi pemanfaatan
listrik yang lebih efektif dan efisien. Sesuaikan dengan visi dan misi
PLN, Insha Allah PLN akan jaya di masa depan.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ockyadhicondro/jaga-stabilitas-listrik-sudah-kewajiban-ubah-mindset-itu-kemajuan_57732b7007b0bde604c94f6a
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ockyadhicondro/jaga-stabilitas-listrik-sudah-kewajiban-ubah-mindset-itu-kemajuan_57732b7007b0bde604c94f6a
Proyek 35.000 megawatt
yang dicanangkan pemerintah untuk mengembangkan negeri sudah sampai mana
? apakah sudah terlaksana ? lalu jika sudah terlaksana, mau dikemanakan
listrik itu ?
Beberapa pertanyaan tersebut selalu mendera PLN setiap kali dihadapkan
pada masalah pengerjaan proyek 35.000 megawatt. Bagi beberapa orang awam
pastilah tidak terlalu intens menanyakan hal tersebut. Mereka (kita)
hanya akan ingat PLN jika terjadi pemadaman listrik di rumah atau
dikantor kita, bahkan di kapal laut sekalipun (?)
Ketika dilihat lebih dalam lagi, bukan hendak membela, tapi ya
keberhasilan PLN sudah banyak, Cuma gara-gara sering pemadaman PLN lebih
banyak dihujat daripada dipuji. Mengenai proyek 35.000 megawatt
misalnya, sudah banyak proyek pembangkit yang sudah siap beroperasi dan
bahkan sudah beroperasi. Oleh karenanya, fokus PLN saat ini bukan hanya
menjaga stabilitas suplai listrik tetapi juga bagaimana cara kita
mensosialisasikan dan membangun pasar yang kondusif dari hasil proyek
tersebut.
Ditemui di sela kegiatan pembagian zakat PT.PLN di Ciracas, Saslizar,
manajer area Meulaboh yang baru saja dipercaya mengendalikan area
Ciracas menerangkan pentingnya ubah mindsetPLN. Sudah merupakan
kewajiban PLN untuk menyediakan listrik kepada masyarakat tapi demi
kemajuan perusahaan, kita harus ubah mindset ke arah bagaimana
memasarkan hasil proyek sehingga terbentuk citra perusahaan yang baru
yang lebih baik.
Sejauh mana proyek 35.000 megawatt itu sudah berhasil dijalankan dan
bagaimana imbasnya ke masyarakat?
Sejauh ini proyek pembangunan berjalan lancar tahap demi tahap. Sesuai
porsinya, target tahun ini sudah diagendakan direksi dan kami sudah
terima. Saat ini, menyediakan listrik yang stabil sudah merupakan
kewajiban PLN sebagai penyedia utama listrik di negara ini. Namun mau
sebanyak apapun pembangkit kalau nanti hasilnya tidak mampu kita jual ke
masyarakat, itu juga tidak bagus. Maka dari itu, untuk lebih memperluas
manfaat kepada masyarakat kita juga perlu memikirkan bagaimana nantinya
listrik yang kita hasilkan bisa dipasarkan kepada masyarakat sehingga
berguna dan tidak mubadzir.
Apa yang seharusnya diperhatikan lebih dari proyek tersebut ?
Sebagian proyek pembangkit sudah siap beroperasi, hanya saja kita perlu
siapkan pasar untuk produk listrik kita. Perlu ada perubahan mindset
kita yang semula hanya berusaha menjaga suplai listrik yang optimal
menjadi lebih maju ke depan khususnya dalam hal memasarkan produk kita.
Inovasi kita tidak hanya terfokus pada masalah teknis saja, namun
inovasi dalam hal penjualan dan pelayanan kepada pelanggan juga perlu
dibenahi.
Apa kaitan mengubah mindset dengan kemajuan PLN ?
Seperti yang ditekankan oleh pak Sofyan Basir, kita PLN jangan hanya
mengurusi hal-hal teknis mengenai kelistrikan. PLN juga harus
mengintegrasikan segala aspek dalam perusahaan demi kemajuan. Jika
selama ini pasokan listrik sudah sering dibenahi, maka sekaranglah
saatnya berbenah di bidang pelayanan. Mengubah mindset ini vital
mengingat proyek 35.000 megawatt ini ditarget 2019 selesai dan kita
masih dihadapkan pada anggapan buruk masyarakat. Sederhana saja, mau
semaju apapun kita jika dipelayanan kepada pelanggan masih belum
optimal, maka anggapan negatif masyarakat akan tetap ada. Maka dari itu,
mari ubah mindset kita menjadi pelayan masyarakat, berorientasi
membangun relasi positif dan berpikir visioner ke depan demi pemanfaatan
listrik yang lebih efektif dan efisien. Sesuaikan dengan visi dan misi
PLN, Insha Allah PLN akan jaya di masa depan.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ockyadhicondro/jaga-stabilitas-listrik-sudah-kewajiban-ubah-mindset-itu-kemajuan_57732b7007b0bde604c94f6a
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ockyadhicondro/jaga-stabilitas-listrik-sudah-kewajiban-ubah-mindset-itu-kemajuan_57732b7007b0bde604c94f6a
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ockyadhicondro/jaga-stabilitas-listrik-sudah-kewajiban-ubah-mindset-itu-kemajuan_57732b7007b0bde604c94f6a

Tidak ada komentar:
Posting Komentar