Part
3, That’s how word ‘eugene’ comes from
Oke, isi seminar yang aku lupa judulnya
pokoknya tema-nya tentang deliberasi media sama ada speaker dari RBTH, RBTH itu
kepanjangan dari Russian Beyond The Headlines jadi itu portal online tentang
rusia yang ada 27 suplemen di beberapa negara dunia (jujur nggak paham maksud mereka bikin di 27 negara yang isinya melulu
tentang negara mereka mihihi). Nah, RBTH sekarang ada di Indonesia yang
berkluster sama dengan korea dan jepang. Nah, disini nama speakernya eugene, actually he’s just ordinary
russian people but the special one is the way he explains always correlate with
something else like kelapa, trus bahasa rusianya nyamuk itu kamar, dan hal-hal
absurd lagi, terlucu itu ialah ketika ada penanya (gak tau asalnya dimana) but
he’s asking using russian languange, tapi si eugene-nya gagal paham sama
pronounciationnya masnya hahaha.
24th of April, Goes To
Nielsen (satu-satunya lembaga survey rating media di Indonesia)
Klien-nya mereka nih kayak multimedia
owner tv, radio, production house, Ad Agencies. Subjek risetnya mereka itu
misal kayak tv audience measurement nah caranya itu research di 10 Kota, using
kuantitatif method dan wajib pake landasan dari buku yang judulnya “Global
Standart... (lupa hee). Pengambilan
sampelnya pake stratified random sampling, pake panel nih (gak berubah), pake
alat namanya people meter. Cara kerjanya people meter ini secara real time
langsung ngirim data ke software PC yang namanya Arianna. Jadi gini sampel
yang diteliti kalo neliti rating tv itu adalah orang, yang disini disebut
panel, nah panel itu dikontraknya 2 tahun, dirumahnya dipasang people meter
tadi yang measure aktivitas mereka saat nonton tv, nah research buat rating ini
di 10 kota dengan pertimbangan tertentu, begitu pula dengan kualifikasi
pemilihan panel nya. Bingung? Ya udah bahas cerita selanjutya deh, intinya itu
gimana caranya tau rate TV, eh kok bisa naik rating program ini padahal jelek,
nah misal pertanyaan macam itu muncul jadi tau kan gambarannya?? Hehehe.
Berminat tau lebih lanjut contact me @fatmadit hahaha.
Oh ya abis itu kita keliling kota tua,
masuk museum BI, tanah liat, museum fatahillah and so on. Malemnyaa, eh malem
sebelumnya ding, kita kan gabut banget di GIC, anak-anak Med-Mat yang katane
serius karena suka riset ternyata gokil banget nih, kita ngemall bareng naik
metromini yang berhasil disewain Tata, daaan anak-anak yang katanya serius
dibanding anak komunikasi lainnya ini gokiil bareng dengan karaokean 3 jam smpe
jam 12 or 1 malem ya? Lupaa :D, unforgetable daaah, mereka gokiiil. Daaan malam
puncak pun tiba, commweekend, yang cewer we’re all using black dress, yang
cowok pake formal attire. Gue seumur2
belum pernah ngerasa pengen muntah nunggu pengumuman winner mungkin karena
effort udah to the max, preparation to the max, dan sooo optimistic but maybe
we’re not lucky enough. Aku sama yofita just holding hands dan karena kita udah
berkomitmen untuk lapang dada no matter what. Dan satu pemikiran yang muncul, mungkin maksimalnya kita belum cukup untuk
jadi winner. But, Iam all happy cause I met Ge Pamungkas there, one of my
favourite comic xoxoxo
Kita yang berasal dari diverse place
ini, mulai dari UI, Unpad, Undip, UNS, UB, UAJY, Unair bisa blend gitu dan berasa
nemu keluarga baru yang akhirnya kita beri nama ‘Eugene Crew’. Meeting you guys, is such memorable and wonderful
part in my life, I love you all. Thanks for becoming a scene in my life.
Menunggu kereta tanggal 26 April yang
membawa kembali ke Solo berangkat jam 9 malam, a bunch of happiness, a piece of
disappoinment, dan so much valuable knowledge. Sempat melihat indahnya senja di
Jekardah, but cannot comfort the awkward stuff.
Thanks All...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar