Kamis, 10 Juli 2014

Sebuah Rekam Jejak

19-26 April 2014
Part 1
19 April, depart from Solo by train to Jekardah, Depok Exactly, to join competition. Untuk sampai di hari ini, 19 April 2014 butuh perjuangan yang luar biasa keren bagi saya, memeras otak sampe bener-bener keriting, tidur berturut-turut jam 3 pagi meskipun harus lanjut kuliah jam 8 nya, tidur pun bukan dalam kondisi yang layak without blanket dan diposisi yang tidak comfort. Sebelum proses itu bahkan, saya dan teman saya, Yofita, harus bolak-balik ke area penelitian di Sragen yang ditempuh lewat jalur darat beriringan dengan truk-truk besar membahana, dan yang paling bahaya *ngantuk di jalan*.

Begini ceritanya, malam habis lembur lanjut kuliah, lanjut perjalanan ke Sragen, We’re off to Sragen, I’m driving while she’s sitting behind me. Perjalanan as spooky as usual, gasak, libet oleh truk-truk dan bis-bis raksasa, walhasil saya yang mengendarai mini size vehicle harus ngalah dong. Tiba-tiba ada suara mengetuk-ngetuk helm saya, “duk...duk...duk”. Oh maaan, she’s sleeping soundly while I’m driving, lalu saya ngerasa berjuang sendirian di tengah jalanan yang penuh aligator. “Oh man, damn, jadi ikutan ngantuk.” Bahaya banget kaaaan? That’s ours sacrifice before goes to Jekardah.

Hohoho preparation is not done yet, ini yang paling ngeselin. Urusan administrasi sama kampus harus kepentok birokrasi yang complicated dan ngeselin bangeeet. H-1 berangkat tapi belum beres masalah persurat-an. But finally, we’re done, with so much efforts and tears.

18.15. We’re off from Balapan to Pasar Senen, Here we go competing the challenge. Jekardah we’re coming.

to be continoued in Part 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar