Rabu, 27 Juli 2016

Percepat Proyek 35ribu MW, PLN Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas


PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tengah mempercepat realisasi program 35.000 Mega Watt (MW). Salah satu cara yang dilakukan yaitu dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berkapasitas 2 ribu MW.

Seperti yang dikutip dari http://bisnis.liputan6.com/, Direktur Utama PLN Sofyan Basyir mengatakan, PLTG yang akan dibangun adalah milik PLN. Pembangunan tersebut dipercepat dari yang dijadwalkan pada 2018-2019, PLTG tersebut dilakukan di wilayah luar Jawa.
“Kalau di luar Jawa itu gasnya dipercepat karena dikhawatirkan 2017-2018 tidak terburu pembangkit tenaga uapnya, sehingga posisi gas yang nanti 2018-2019 itu kita kejar IPC yang punya PLN kita jalankan dulu gasnya," terang Sofyan Basir (17/6).
Sofyan menambahkan jika PLTG tersebut ada yang sudah mulai dibangun, terseba‎r di Aceh, Bangka Belitung, dan Gorontalo. Dalam tiga bulan ke depan sudah ada yang mengalirkan listrik. Total kapasitas PLTG tersebut mencapai 2 ribu MW.
Pada akhir wawancara, ‎Sofyan mengutarakan, pembangkit tenaga gas tersebut masuk dalam program kelistrikan 35 Ribu MW, dan sudah diresmikan mulai pembangunannya oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.
#HumasPLNProject #PLNUdiklatBogor #SiswaPrajabatan

Selasa, 26 Juli 2016

Jaga Kekompakan, Siswa Prajabatan Gelar Karaoke Bersama

Tugas siswa ya belajar, yang tugasnya belajar ya siswa. Dari mulai bangun tidur sampai mau tidur lagi para siswa prajabatan tetap giat belajar. Seperti lagu yang selalu bergema di setiap sela aktivitas siswa prajabatan. Walau panas matahari, walau hujan turun lagi. PLN selalu di hati, berlatih dan terus beraksi.  PLN...PLN....tunjukkan semangatmu ! Tinggal beberapa hari lagi masa pendidikan siswa prajabatan PLN angkatan 53 akan berakhir. Terhitung tanggal 3 Agustus besok adalah hari terkahir 71 siswa prajabatan melaksanakan kegiatan pembelajaran di Udiklat Bogor, yang kemudian mereka akan disebar untuk melaksanakan On Job Training. Untuk memanfaatkan waktu yang ada dan menjaga kebersamaan mereka pun menggelar acara “Karaoke Bersama” di gedung Dahlan 2 pada sabtu malam 23 Juli 2016. Acara ini dilaksanakan setelah kegiatan apel malam dan diikuti oleh seluruh siswa prajabatan angkatan 53 yang ada di Udiklat Bogor. Acara diawali dengan penampilan dari salah satu siswa pembidangan HM Taufik Reza yang menyumbangkan suara emas nya melalui lagu dari Christian Bautista yang berjudul “The Way You Look at Me”, kemudian dilanjutkan dengan penampilan siswa lainnya dari masing-masing kelas. Selain menyanyi bersama, pada malam itu juga dilakukan pembentukan panitia serta persiapan acara penutupan angkatan 53. Selain kegiatan “Karaoke Bersama” kedepannya setiap malam setelah apel akan selalu diadakan kegiatan kumpul bersama, guna menjaga kekompakan dan solidarita.
#HumasPLNProject #PLNUdiklatBogor #SiswaPrajabatan

Minggu, 24 Juli 2016

Awas Modus Penipuan Atas Nama PLN

Dilansir dari republika.co.id, Bandung (24/7), momentum pasca lebaran dan tahun ajaran baru marak terjadi penipuan, khususnya mengatasnamakan PLN. Menurut PLT Deputi Manajer Komunikasi PLN Distribusi Jawa Barat, Suargiana, modus penipuan tersebut yakni layanan tambah daya, pemasangan baru, dan penggantian kWh meter. “Modus ini biasanya dilakukan oleh sekelompok orang yang berpura-pura menjadi petugas. Mereka melakukan pengecekan serta melakukan penagihan rekening listrik yang menunggak,” tambahnya (24/7).

Selain itu, petugas gadungan ini ada pula yang menawarkan kartu gantung meter, alat penghemat listrik, dan box kWh meter dengan cara memaksa. Ditemukan pula kasus pencurian barang-barang berharga seperti dompet, laptop, dan HP.
Lebih lanjut, Suargiana mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan selalu waspada karena bisnis PLN hanya menjual tenaga listrik. Suargiana juga menekankan bahwa petugas resmi PLN yang mengunjungi rumah selalu dilengkapi dengan surat tugas atau kartu tanda pegawai.
“Untuk penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL), selalu dilakukan oleh petugas resmi yang disaksikan oleh pelanggan, dan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani petugas dan pelanggan. Penambahan daya, pemasangan baru dan pembayaran tagihan listrik hanya dapat dilakukan di bank atau payment point online bank,” tutur Suargiana.
Tidak ada pembayaran yang dilakukan di rumah pelanggan, hal ini bertujuan agar pelanggan terhindar dari penipuan. Perlu diingat bahwa, petugas resmi PLN tidak meminta uang dari pelanggan atau bahkan hanya sekedar tip. Apabila terjadi tindakan yang mencurigakan, pelanggan dapat menghubungi contact center 123.
#HumasPLNProject #PLNUdiklatBogor #SiswaPrajabatan





Kamis, 21 Juli 2016

PLN Sediakan Aplikasi Pantau Listrik Padam

Jakarta - PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) kembangkan terobosan baru aplikasi berbasis open street map, dengan menggunakan sistem operasi android dan website. Aplikasi bernama Pelita (Peta Listrik Jakarta) ini mulai digunakan sejak akhir 2015 dan sudah memiliki banyak user.

Kustan Setiawan, Staff TI Disjaya memamparkan bahwa latar belakang terciptanya Pelita yakni untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi mengenai pemadaman listrik serta penyebabnya. Aplikasi Pelita ini sudah terkoneksi pada Area Pengatur Distribusi (APD) yang bertugas menyuport data wilayah padam.
“Sebelum ada Pelita, kami (red: PLN Disjaya) menggunakan Peta Padam. Peta padam ini menunjukkan trafo mana saja yang mati. Kelemahannya ialah hanya bisa diakses internal sehingga kami akhirnya membuat terobosan baru,” tambah Kustan saat ditemui di ruangannya, Rabu (20/7).
Berawal dari permasalahan tersebut, beberapa staf TI PLN Disjaya membuat aplikasi Pelita dengan tujuan agar masyarakat bisa mengetahui wilayah mana saja yang terkena pemadaman listrik.
Kustan menyatakan bahwa pihaknya masih berusaha untuk mengembangkan aplikasi Pelita agar bisa digunakan lintas platform. “Kita juga baru bisa berbasis web belum bisa windows dan ios, karena web bisa digunakan untuk semua platform,” tutur Kustan.

Prospek kedepan
Selain Pelita, PLN Disjaya pun memiliki aplikasi Petra atau Peta trafo. Petra merupakan aplikasi yang menampilkan lokasi trafo dalam jarak 1 km dari lokasi pelanggan serta menampilkan kapasitas beban. Namun, Petra hanya dapat digunakan oleh internal PLN.
“Petra memudahkan kita untuk melakukan survey lokasi gardu pemasangan baru di mana kita tidak perlu lagi mensurvey trafo yang terdekat dari lokasi pemasangan baru. Kita juga bisa melihat kapasitas trafo tersebut untuk pertimbangan apakah trafo tersebut masih bisa digunakan untuk pemasangan baru atau tidak,” ujar Nisa Azmi, Staf TI PLN Disjaya (20/7).
Di akhir wawancara, Kustan menyampaikan prospek ke depan dari kedua aplikasi andalan PLN Disjaya tersebut. Ia berharap agar Pelita dan Petra dapat dikembangkan secara nasional dan digunakan seluruh PLN di Indonesia.

“Sebuah korporasi bisa berkembang jika ia mampu mengikuti era mobile, maka dari itu inilah saatnya PLN bergerak maju dengan didukung teknologi informasi yang handal. Kami sebagai tim TI PLN siap menjawab tantangan tersebut”, pungkas Kustan.

Rabu, 20 Juli 2016

Update Perkembangan Mega Proyek 35.000 MW


Sumber: Warta PLN (Pln.co.id)

#HumasPLNProject #PLNUdiklatBogor #SiswaPrajabatan

Pahami Pedoman Perilaku PLN Melalui Outbond

Siswa prajabatan humas angkatan 53 udiklat Bogor mengisi akhir pekan mereka dengan kegiatan outbond. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu 16 Juli 2016 dari pagi hingga sore hari di lapangan belakang kantin udiklat Bogor. Outbond ini bertujuan agar para siswa prajabatan dapat memahami dan memiliki karakter sesuai dengan pedoman perilaku perusahaan, yaitu saling percaya, integritas, peduli, dan pembelajar.
Game yang disajikan pun beragam seperti, Kaki-Tangan, Alcatraz, Magic Stick, serta Simpul Bintang yang dimana masing-masing game tersebut memiliki makna tersendiri. Adapun pesan yang ingin disampaikan dalam game tersebut yaitu agar siswa dapat bekerja sama dan berkorban dalam sebuah tim, mengendalikan ego, serta bagaimana seorang siswa dapat berkomunikasi dengan baik agar saat dalam dunia kerja nanti para siswa mampu menerima dan memberikan informasi dalam keadaan apapun.

Setiap game memiliki reward dan punishment tersendiri. Reward nya adalah sebuah sedotan, dan punishment nya yaitu sebuah plastik yang diisi oleh air, yang dimana reward dan punishment tersebut digunakan di game terakhir yaitu membangun sebuah miniatur gedung dengan menggunakan sedotan yang sudah diperoleh. Misi selanjutnya siswa prajabatan harus membawa dan menjaga lilin agar tetap menyala dengan berbagai macam rintangan yang dimana salah satu rintangan tersebut adalah plastik air yang didapat dari punishment.
Outbond kemudian ditutup dengan pembacaan pedoman perilaku secara bersama oleh para siswa prajabatan. Meski cuaca sempat hujan dan udara cukup dingin para siswa tetap mengikuti outbond tersebut sampai selesai dengan antusias dan semangat. #HumasPLNProject #PLNUdiklatBogor #SiswaPrajabatan

Selasa, 19 Juli 2016

USAHA PLN AGAR PAPUA LEBIH TERANG


Kebutuhan listrik di Indonesia sudah menjadi aspek yang penting bagi masyarakatnya. Tak hanya untuk wilayah Jawa, bahkan untuk daerah Papua pun kebutuhan masyarakat akan listrik sudah mulai meningkat.
Belum lama ini, PLN Area Timika melakukan kerjasama dengan pemerintah setempat agar beberapa daerah di wilayah tersebut terpenuhi rasio elektrifikasi kelistrikannya. Beberapa wilayah tersebut meliputi Kabupaten Mimika, Asmat dan Nduga. Tapi karena keadaan geografis yang ada di Papua, saat ini PLN baru bisa memenuhi kebutuhan listrik di Kabupaten Mimika dan Asmat.  
Seperti yang terdapat pada situs http://nasional.republika.co.id/, Manajer PLN Area Timika Salmon Kareth mengatakan pertumbuhan rasio elektrifikasi kelistrikan sangat ditentukan oleh dukungan dan peran serta pemerintah daerah.
Lebih lanjut, Salmon menuturkan jika di Kabupaten Asmat, pemerintah setempat harus membayar sewa mesin pembangkit PLTD berkapasitas 2 mega watt yang kemudian disalurkan kepada 2.000 pelanggan PLN untuk bisa dinikmati selama 24 jam.

"Kalau di Kota Agats Asmat sekarang masyarakat sudah bisa menikmati penerangan listrik selama 24 jam. Kita berharap masyarakat di distrik-distrik lain di Mimika, Asmat dan Nduga juga nantinya bisa menikmati penerangan listrik," kata Salmon.

Senin, 18 Juli 2016

Cara Pengajuan Permohonan Informasi Kepada PLN

Berbicara mengenai keterbukaan informasi, merupakan suatu kewajaran di era saat ini. Setiap individu, kelompok, korporasi dapat secara bebas mengakses informasi mengenai apapun, kapanpun dan dimanapun. Begitulah keniscayaan suatu informasi. Bahkan korporasi sekalipun dituntut untuk memberikan keleluasaan informasi kepada publik. Seperti yang tercantum dalam UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) nomor 14 tahun 2008.
Santika Aristi, staf bidang komunikasi korporat PLN Pusat menuturkan sejumlah pengalamannya yang berkaitan dengan proses penyelesaian permohonan informasi publik di Kantor Pusat. Wanita yang pernah malang-melintang di dunia jurnalisme ini mengaku pelayanan informasi publik PLN sudah sangat baik.

Bagaimana cara publik dapat mengajukan permohonan informasi kepada PLN?
Publik dapat mengetahui informasi PLN dengan cara mengisi formulir yang tersedia di kantor pusat atau di Internet, dalam waktu 10 hari sejak diterimanya permohonan akan dilakukan proses pengecekan oleh PPID, apakah informasi tersebut layak dilanjutkan atau tidak. Jika tidak, PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) akan memberikan saran kepada pemohon info tentang badan publik yang memiliki info yang diinginkan.

Data-data apa saja yang dapat diakses oleh publik?
Semua data dapat diakses kecuali data-data yang diatur oleh undang-undang. Pernah ada kasus salah satu LSM meminta informasi yang dikecualikan oleh undang-undang seperti data pelanggan, data dan alamat mitra PLN, secara teknis kami memberikan respon terhadap permohonan dari LSM tersebut akan tetapi kami tidak dapat memberikan informasi yang diminta.

Contoh kasus apa yang pernah terjadi dalam prosedur permohonan pengajuan informasi kepada PLN?
Waktu itu pernah ada masyarakat yang meminta dokumen AMDAL PLN namun dia tidak menjelaskan kepentingan serta kapabilitas dia untuk meminta data tersebut, sehingga kami pun tidak memberikan informasi tersebut. Pada dasarnya kami akan selalu memberikan jawaban serta respon permohonan informasi pelanggan asal mereka mengisi formulir permohonan dengan benar dan informasi yang ingin diketahui pun sesuai dengan undang-undang.

Bagaimana sih alur menjawab pertanyaan dari masyarakat?

Setelah kita terima kemudian dilakukan konfirmasi kepada bidang yang bersangkutan, kalau dari unit ya kita kirim surat untuk konfirmasinya, kemudian dokumen didapat untuk selanjutnya diolah dan akhirnya memberikan respon kepada masyarakat.

#HumasPLNProject #PLNUdiklatBogor #SiswaPrajabatan

Jumat, 15 Juli 2016

PLN Butuh Rp. 152 Triliun Untuk Bangun Pembangkit di Indonesia Timur


Sejak tahun 2014, Pemerintah gencar menjalankan proyek 35.000 MW. Hingga tahun ini pembangunan megaproyek ini sudah berjalan bertahap demi tahap dan menghabiskan dana sangat besar. Dana besar ini mayoritas digunakan untuk pembanguan pembangkit di seluruh wilayah Indonesia. Dana paling besar dialokasikan ke pembangunan di daerah Indonesia Timur. Hal ini disebabkan banyak faktor. Diperkirakan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan pembangkit di wilayah Indonesia Timur dalam 10 tahun ke depan, pemerintah membutuhkan setidaknya US$ 11,5 miliar atau setara dengan  Rp. 152 triliun.

Semenjak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, megaproyek pemerintah membangun pembangkit listrik berdaya 35.000 MW sudah menyedot dana besar. Dalam perencanaan jangka pendek, wilayah Indonesia bagian timur menjadi fokus utama dalam pembangunan pembangkit. Hal ini mengingat pasokan listrik yang terbatas di willayah tersebut. Hal yang membuat pembangunan proyek ini, adalah potensi investasi di wilayah Indonesia timur yang belum termanfaatkan dikarenkan pasokan listrik sebagai infrastruktur vital belum memadai.

Diperkirakan kebutuhan dana untuk membangun pembangkit listrik di Indonesia Timur dalam 10 tahun ke depan mencapai US$ 11,5 miliar atau setara dengan Rp 152 triliun. Jumlah itu belum termasuk biaya membangun transmisi listrik. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2016, pemerintah bersama PT PLN Persero memperkirakan kebutuhan dana untuk membangun jaringan listrik di wilayah Indonesia Timur sejak 2016 hingga tahun 2025 mendatang mencapai US$ 21,7 miliar. Rata-rata membutuhkan dana US$ 2,2 miliar per tahun, tidak termasuk proyek IPP (Independent Power Plant atau pembangkit litsrik swasta).

Dalam perencanaan pembangunan pembangkit membutuhkan US$ 11,5 miliar, sistem penyaluran US$ 6 miliar dan sistem distribusi US$ 4,2 miliar. Mayoritas kebutuhan dana investasi untuk membangun pembangkit listrik itu terfokus pada tahun ini hingga 4 tahun ke depan sebesar US$ 1,4 miliar tahun ini dan US$ 2 miliar tahun depan. Kemudian, US$ 2 miliar tahun 2018 dan menurun menjadi US$ 1,1 miliar pada 2019. Sesuai dengan program percepatan pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW) secara nasional, yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak 2014 hingga 2019 nanti. Selain itu, pasca 2019 mendatang, proyek-proyek pembangkit listrik swasta juga akan semakin dominan.

Pembangunan pembangkit listrik di Indonesia Timur didanai salah satunya dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diterima PLN. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyetujui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016 yang memuat alokasi penambahan PMN kepada PLN sebesar Rp 13,5 triliun. Selain itu, dana PMN juga buat membangun transmisi dan distribusi listrik. Prioritas penggunaan PMN memang untuk medistribusikan listrik tegangan 20 kV ke bawah yang digunakan oleh masyarakat di daerah terpencil dan terluar.


Di sisi lain, Direktur Perencanaan PLN Nieke Widyawati menuturkan menuturkan bahwa Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLTMH) merupakan salah satu pembangkit yang tepat untuk dibangun di wilayah Indonesia Timur. Hal ini dikarenakan Pulau Jawa-Bali telah menganut sistem interkoneksi, di mana PLN akan membeli listrik dari energi yang lebih murah yaitu batubara. Sedangkan, untuk luar Jawa-Bali, belum menggunakan sistem interkoneksi. Jadi, PLN akan fokus meningkatkan rasio elektrifikasi di daerah-daerah terpencil, bahkan sampai ke bagian Timur Indonesia, tanpa melihat harga yang paling murah.

Kamis, 14 Juli 2016

PRAJABATAN PLN UDIKLAT BOGOR CIPTAKAN INOVASI MODUL PEMBELAJARAN

Saat ini, kegiatan Pra Jabatan PT PLN (Persero) Angkatan 53 sudah memasuki tahap pembidangan. Pada tahap tersebut sebanyak 71 siswa tidak hanya diwajibkan untuk belajar di kelas saja, tapi mereka juga memiliki project-project yang harus diselesaikan sebelum pembidangan selesai.
Salah satu contohnya yaitu dua dari empat kelas yang ada di Unit Pendidikan dan Pelatihan (Udiklat) Bogor memiliki projectpembuatan animasi dan system web yang harus diselesaikan maksimal sepuluh hari sebelum masa pembidangan selesai. Kedua kelas tersebut yaitu Sistem Informasi (SI) dan Teknik Pengolahan Data (TPD). Rr. Nindya Permata, seorang siswa TPD Diklat Bogor mengatakan, “Tugas animasinya itu tentang modul pembelajaran, interface pokoknya. Terus buatyang sistem, mereka dibagi menjadi beberapa tugas, ada tentang web base, diklat, keuangan, sama pengembangan instruktur.” Nindya menambahkan jika beberapa tugas tersebut dikerjakan oleh tujuh kelompok yang terdiri dari kelas SI dan TPD. “Animasi ada tiga kelompok, yaitu SI dua kelompok berjumlah sepuluh orang, terus TPD satu kelompok jumlahnya lima orang. Sisanya buat web, ada empat kelompok, yang dibagi SI tiga kelompok terdiri 20 orang, serta TPD 5 orang.” Lebih lanjut, Nindya menjelaskan jika tugas yang diberikan kepada kelas SI dan TPD bertujuan agar siswa mendapat pengalaman langsung dalam pembuatan system web dan animasi. Hal tersebut juga membuat siswa siap diterjunkan di lapangan baik ketika On the Job Trainning(OJT) maupun setelah diangkat menjadi pegawai. #HumasPLNProject #PLNUdiklatBogor #SiswaPrajabatan

Rabu, 13 Juli 2016

Strategi PLN Disjaya Perangi Pencurian Listrik



#HumasPLNProject #PLNUdiklatBogor #SiswaPrajabatan
Listrik ilegal atau yang lebih dikenal dengan pencurian listrik memang bukan hal yang baru di kalangan masyarakat. Ada berbagai alasan mengapa masih banyak konsumen yang mencuri listrik, salah satunya disebabkan oleh kondisi sosial ekonomi. Mulai dari rumah tangga, pedagang kaki lima, hingga industri pernah terlibat dalam aksi ilegal ini. Lalu apa dampaknya? Tentu saja kerugian yang diderita PLN, bahkan negara secara umumnya. Secara teknis, pencurian listrik menyebabkan kapasitas tenaga di gardu menjadi overload, sehingga sering terjadi pemadaman atau mati lampu.
Pernahkah kamu sedang asyik-asyiknya nonton tv atau mengerjakan tugas lalu tiba-tiba listrik mati? Menjengkelkan bukan? Pasti hal yang pertama kamu lakukan adalah menyalahkan PLN bukan? Komplain, cacian, makian pasti sudah kamu layangkan pada PLN. Padahal pemadaman listrik dapat disebabkan oleh berbagai salah satunya overload yang diakibatkan oleh pencurian listrik. Lantas hal apa yang sudah dilakukan PLN untuk mengatasi pencurian listrik ini?
Menurut Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Disjaya, Mambang Hartadi mengungkapkan ada dua cara yang dilakukan PLN yakni teknis dan non teknis. Secara teknis, PLN melakukan pemeriksaan rutin meteran pencatat konsumsi listrik yang biasanya terdapat pada bangunan pelanggan secara acak. Pemeriksaan rutin guna memburu para pelanggar ini dilakukan oleh tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL).
“Upaya teknis tersebut juga didukung dengan tindakan non teknis, dengan cara mengimbau masyarakat agar menggunakan listrik secara resmi melalui sosialisasi dan edukasi lainnya,” jelas Mambang, Senin (11/7).
Lebih lanjut Mambang menuturkan bahwa untuk memburu para pengguna listrik illegal di Disjaya, PLN juga menerima laporan dari masyarakat. PLN akan melakukan penindakan apabila terbukti konsumen tersebut melakukan pelanggaran.
Aksi yang digencarkan PLN untuk memberantas aksi pencurian listrik ini juga didukung oleh MUI dengan dikeluarkannya fatwa haram mencuri listrik. Mendapat respon positif tersebut, General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya, Syamsul Huda menyampaikan terima kasih kepada MUI serta terus mengimbau masyarakat agar berhenti melakukan tindakan yang merugikan negara tersebut.
"Memang haram hukumnya melakukan pencurian, tapi enggak banyak yang paham menggunakan listrik ilegal itu adalah mencuri. Dengan fatwa MUI, ini bisa mendukung kegiatan kami. Ini juga membantu agar umat muslim taat ibadahnya," tegas Syamsul, Senin(11/7).
Dilansir dari : http://bisnis.liputan6.com/read/2542787/jurus-pln-memburu-pelaku-pencurian-listrik

Selasa, 12 Juli 2016

Apa sih peran Humas PLN?

Kondisi lapangan tidak selalu sama dengan apa yang ada di atas kertas di meja kerja kita. Maka, sebagai insan penghubung antara perusahaan dan masyarakat, Humas harus selalu siaga dan sigap untuk memanajemen konflik dengan masyarakat. Tak hanya humas, segenap jajaran PLN adalah abdi masyarakat dengan semangat melayani yang mengalir dalam nadi !
Majulah Abdi Bangsa !
‪#‎HumasPLNProject‬ ‪#‎PLNUdiklatBogor‬ ‪#‎SiswaPrajabatan‬

Senin, 11 Juli 2016

Strategi Implementasi Proyek 35.000 MW

Proyek 35.000 MW memang bukan target ringan yang mudah dicapai tanpa kerja keras (Presiden Jokowi, 7 April 2015).
Lantas mustahilkah proyek tersebut? Tentu tidak, PLN memiliki berbagai strategi implementasi proyek 35.000 MW tersebut. Seperti apa saja strateginya? 
‪#‎PLNUdiklatBogor‬ ‪#‎HumasPLNProject‬ ‪#‎SiswaPrajabatan‬