Dilansir dari republika.co.id,
Bandung (24/7), momentum pasca lebaran dan tahun ajaran baru marak terjadi
penipuan, khususnya mengatasnamakan PLN. Menurut PLT Deputi Manajer Komunikasi
PLN Distribusi Jawa Barat, Suargiana, modus penipuan tersebut yakni layanan
tambah daya, pemasangan baru, dan penggantian kWh meter. “Modus ini biasanya
dilakukan oleh sekelompok orang yang berpura-pura menjadi petugas. Mereka
melakukan pengecekan serta melakukan penagihan rekening listrik yang menunggak,”
tambahnya (24/7).
Selain itu, petugas gadungan
ini ada pula yang menawarkan kartu gantung meter, alat penghemat listrik, dan box kWh meter dengan cara memaksa. Ditemukan
pula kasus pencurian barang-barang berharga seperti dompet, laptop, dan HP.
Lebih lanjut, Suargiana
mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan selalu waspada karena bisnis PLN
hanya menjual tenaga listrik. Suargiana juga menekankan bahwa petugas resmi PLN
yang mengunjungi rumah selalu dilengkapi dengan surat tugas atau kartu tanda
pegawai.
“Untuk penertiban pemakaian
tenaga listrik (P2TL), selalu dilakukan oleh petugas resmi yang disaksikan oleh
pelanggan, dan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani petugas dan
pelanggan. Penambahan daya, pemasangan baru dan pembayaran tagihan listrik
hanya dapat dilakukan di bank atau payment
point online bank,” tutur Suargiana.
Tidak ada pembayaran yang
dilakukan di rumah pelanggan, hal ini bertujuan agar pelanggan terhindar dari
penipuan. Perlu diingat bahwa, petugas resmi PLN tidak meminta uang dari
pelanggan atau bahkan hanya sekedar tip. Apabila terjadi tindakan yang
mencurigakan, pelanggan dapat menghubungi contact center 123.
#HumasPLNProject
#PLNUdiklatBogor #SiswaPrajabatan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar