Jakarta -
PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) kembangkan terobosan baru aplikasi
berbasis open street map, dengan
menggunakan sistem operasi android dan website. Aplikasi bernama Pelita (Peta
Listrik Jakarta) ini mulai digunakan sejak akhir 2015 dan sudah memiliki banyak
user.
Kustan
Setiawan, Staff TI Disjaya memamparkan bahwa latar belakang terciptanya Pelita
yakni untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi mengenai pemadaman
listrik serta penyebabnya. Aplikasi Pelita ini sudah terkoneksi pada Area
Pengatur Distribusi (APD) yang bertugas menyuport data wilayah padam.
“Sebelum ada
Pelita, kami (red: PLN Disjaya)
menggunakan Peta Padam. Peta padam ini menunjukkan trafo mana saja yang mati.
Kelemahannya ialah hanya bisa diakses internal sehingga kami akhirnya membuat
terobosan baru,” tambah Kustan saat ditemui di ruangannya, Rabu (20/7).
Berawal dari
permasalahan tersebut, beberapa staf TI PLN Disjaya
membuat aplikasi Pelita dengan tujuan agar masyarakat bisa mengetahui wilayah
mana saja yang terkena pemadaman listrik.
Kustan menyatakan bahwa pihaknya masih
berusaha untuk mengembangkan aplikasi Pelita agar bisa digunakan lintas platform.
“Kita juga baru bisa berbasis web belum bisa windows dan ios, karena web bisa
digunakan untuk semua platform,” tutur Kustan.
Prospek kedepan
Selain
Pelita, PLN Disjaya pun memiliki aplikasi Petra atau Peta trafo. Petra
merupakan aplikasi yang menampilkan lokasi trafo dalam jarak 1 km dari lokasi
pelanggan serta menampilkan kapasitas beban. Namun, Petra hanya dapat digunakan
oleh internal PLN.
“Petra memudahkan kita untuk melakukan
survey lokasi gardu pemasangan baru di mana kita tidak perlu lagi mensurvey
trafo yang terdekat dari lokasi pemasangan baru. Kita juga bisa melihat
kapasitas trafo tersebut untuk pertimbangan apakah trafo tersebut masih bisa
digunakan untuk pemasangan baru atau tidak,” ujar Nisa Azmi, Staf TI PLN
Disjaya (20/7).
Di akhir
wawancara, Kustan menyampaikan prospek ke depan dari kedua aplikasi andalan PLN
Disjaya tersebut. Ia berharap agar Pelita dan Petra dapat dikembangkan secara
nasional dan digunakan seluruh PLN di Indonesia.
“Sebuah
korporasi bisa berkembang jika ia mampu mengikuti era mobile, maka dari itu inilah saatnya PLN bergerak maju dengan
didukung teknologi informasi yang handal. Kami sebagai tim TI PLN siap menjawab
tantangan tersebut”, pungkas Kustan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar