Jumat, 13 Desember 2013

Truly Big Fan “Keeping a distance, don’t come too close”


13-12-13

I just gotta back from meeting him (who?). Guess who? Hehee. Yep Iam already prepared for today’s event. Mulai dari ngirim email jauh-jauh hari, karena yang pengen ketemu dia hari ini ternyata banyaak. Dan gue, sebut saja salah satu dari ribuan itu :D.
Back to topic, kalian pasti punya someone special yang You really dream of or admire of kan? Me too. Gue mulai ngefans dia pas masih jaman high schooler lah, lupa SMP atau SMA. Dari banyak tokoh bersliweran yang muncul di TV, sosoknya itu catching my attention well, halah :D. Yep, thats him, PRABU REVOLUSI. Jaman dahulu kala itu, jarang banget ada news anchor yang bisa disebut good looking, mukanya pada serius semua, walhasil yang pada nonton berita pasti pada berkerut semua. Tapi itu berubah, ketika sosok smart nan trendy mulai marak dari seorang News Anchor, let’s say Mas Prabu nih pioneer-nya. Hihihi..

Liat dia pertama kali di salah satu stasiun TV yang sekarang lagi demam joget-jogetan gitu (nggak mau sebut merk, takut dikira public relations-nya,eh ups :D) sampai sekarang dia di TV berita yang bisa dibilang keren lah untuk ukuran negara gue tercinta ini. Gue tetep suka. Mulai dari dia sebelum jadi news anchor, masih jomblo, trus jadi news anchor, trus married, trus divorced, trus married again. Sampai detik ini gue masih ngefans. Iam a big fans. Tanya kenapa? Gue nggak tau absolute reason-nya, but actually, I just found out, that he is so good enough to be admiring of. Hihihi...
Dan today’s event gue finally meet him, setelah melewatkan beberapa kesempatan sebelumnya. Sama kayak yang terlihat di layar kaca ataupun bayangan gue, he’s not that tall but actually full of charm. From the way he talks, the way he cares, until the way he shares, really really perfect (for me, of course). Pasti kalo fans itu punya foto bareng atau tanda tangan, atau mahakarya-nya kan? Buat gue itu mainstream banget. Fans itu harus jaim. Caring but keep a distance, don’t come too close, hahaha. Karena fans itu kan cuma bisa lihat dari jauh, kalo terlalu dekat nanti udah gak ada greget lagi, gak deg-degan kalo ketemu lagi. Karena apa? “Aku udah pernah lho foto bareng trus minta tanda tangannya ato pin BB nya,” Nah itu jadi gak spesial kan? Karena level curiosity dan rasa pengen ketemunya udah menurun hahaha.
Kalo kamu tetep menjaga jarak beberapa meter (catet ini tips :D) dari idola kamu, meskipun kamu satu ruangan, rasa penasaran kamu akan tetep tinggi. Dijamin deh. Misal, “Aduh dari jauh rambutnya shining banget yaa, kira2 pake gel apa ya?” Kalian bakal cuma bisa nebak2 karena gak bisa smell the scent of gel, atau ngetes tingkat kehalus-an gel nya :D. Walhasil kamu akan tetep penasaran dan awet ngefans sama doi. IT WORKS GUYS, REALLY. Jadi kalo kalian ngefans sama tokoh or whoever, tetep bikin diri kalian penasaran. Dijamin awet tuh ngefans nya, like me :D
Well, today I meet him but still keeping a distance, its so much fun. Thanks anyway kakak Prabu hehee.

Rabu, 20 November 2013

Kepada Dia


19 November 2013, 21:38
Dia yang hanya bisa menyimpan rindunya sebatas air muka
Tak sempat membisik liar pada angin sang gita
Dia yang tak sempat beranjak dan berteriak lantang
tentang yang sudah menghujam dan menyayat hati
Dia yang tidak bisa bertutur
Bahkan kepada dirinya sendiri
Yang tidak mampu mengartikulasikan rindu sebening embun pagi

Dia...Untuk dan Kepada Dia yang dituju
Sepotong rindu atau entah hanya seberkas memori yang menggeliat keluar
Dia kepada Dia yang tidak mampu terungkapkan
Entah apa yang dirasa
Tetapi dia memiliki ‘banyak’ yang tak terungkapkan
Kepada Dia...

Jumat, 08 November 2013

God Teaches Me

Sebelumnya semuanya baik-baik saja. Saya yang panickable (red-mudah panik), straight to the point, dan tidak suka pekerjaan yang ditunda-tunda. Tidak apa-apa dan semuanya baik-baik saja. Sampai saya berada dalam satu posisi dimana saya harus bertanggung jawab, harus merangkul, dan menampung semua aspirasi. Terpikir dalam mindset saya adalah 'Saya harus wise' harus bisa bijak dalam segala hal, tempatkan diri dalam posisi yang benar, posisi yang merendah tapi bukan untuk direndahkan tetapi juga posisi yang tinggi bukan untuk dihormati tapi untuk mengayomi. Saya harus begitu, being a good leader. Tetapi ketika banyak sekali kondisi yang menekan saya disana-sini, ya seperti gas didalam balon yang sempit pasti akan meledak kan? That's how Iam, dan itu sangat manusiawi. Meskipun kadar dan cara meledak itu berbeda-beda. Saya bukan orang yang cenderung menahan, ketika benar-benar banyak yang harus ditampung dan itu diluar kapasitas saya, mungkin saya akan membahayakan orang disekitar saya. Dan saya sadar tidak semua orang bisa menerima ledakan. Tidak semua orang. Lets say, saya selalu dikelilingi orang-orang sabar ataupun orang-orang yang kadar ignorant-nya tinggi untuk ledakan saya, tanpa saya sadari ada pula orang yang sensitif dan tidak mengenal saya dengan baik. Terlepas dari good will apapun dibaliknya, sensitif person tidak akan berpikir sejauh itu, karena mereka terlalu sibuk untuk mengawasi rasa sakitnya (saya juga mengalaminya). Dan saya menghiraukan hal itu. Mungkin seperti sebuah tamparan keras bagi saya. Dan saya cenderung merasa gagal. Gagal menafsirkan kondisi untuk memberikan feedback yang sesuai. Gagal mengayomi dan mengapresiasi.
Lagi-lagi Tuhan menjawab pertanyaan saya beberapa waktu terakhir, kenapa saya sering sekali meledak, kenapa? dan saya harus bagaimana untuk mengatasinya? Melalui scene secara langsung memang lebih efektif dibanding sebuah petuah. That's how God teaches me to be more patient. Untuk tidak menjadi ignorant, untuk menjadi lebih baik. Setidaknya menjadi lebih baik dari kemarin, bahwa saya pernah salah. Dan Tuhan mengajarkan bagaimana sakitnya orang yang salah. Seems lost her own way.
Thanks Rabb.
And for whoever (I've been made him/her mad) sorry for all of the disturbance I made

Sabtu, 28 September 2013

Eternal Flame

Saturday Night, suddenly thinking 'bout this song

- Eternal Flame -
Close your eyes
Give me your hand, darlin'
Do you feel my heart beating
Do you understand
Do you feel the same
Am I only dreaming
Is this burning an eternal flame

I believe it's meant to be, darlin'
I watch you when you are sleeping
You belong to me
Do you feel the same
Am I only dreaming
Or is this burning an eternal flame

Say my name
Sun shines through the rain
A whole life so lonely
Now come and ease the pain
I don't want to lose this feeling, ohhh..

(Instrumental)

Say my name
Sun shines through the rain
A whole life so lonely
Now come and ease the pain
I don't want to lose this feeling, ohhh..

Close your eyes
Give me your hand, darlin'
Do you feel my heart beating
Do you understand
Do you feel the same
Am I only dreaming
Or is this burning an eternal flame

Give me your hand, darlin'
Do you feel my heart beating
Do you understand
Am I only dreaming
Or is this burning an eternal flame

Kamis, 22 Agustus 2013

Be Grateful

22:26 

Beberapa malam ini, jujur saya nggak bisa tidur. Semacam mikirin kayak selalu ada yang kurang dalam hidup saya, selalu banyak yang harus didapat. Jadi agak mellow hasilnya selama beberapa hari, dan suatu malam saya berdoa kepada Tuhan, "Rabb, mohon bimbing saya, mohon tunjukkan jalan yang benar, jalan yang berkah, jalan yang Engkau ridhoi. Dan jadikan saya, hamba yang selalu bersyukur."
Setelah kegalau-an dan kesedihan yang entah bermuasal darimana, malamnya saya bermimpi, teman saya menjadi tuna netra. It sucks out, really. Tuhan menjawab doa saya begitu cepat, lewat mimpi, yang singkat tapi sangat melekat. So, pelajaran pertama yang membuat saya tidak bisa mengingkari nikmat-Nya, yakni alhamdulillah saya sehat jasmani rohani, tanpa kurang satu apapun.
Pelajaran kedua, datang 2 hari kemudian. Saya dipanggil mendapat tawaran mengajar privat, anak SD dan SMA. The things that makes me so surprise is mereka keluarga yang sangat cukup secara finansial, tetapi mereka sangat kurang akan kebersamaan, kehangatan dan kenyaman keluarga. Seriously ini bukan kayak di sinetron rasanya, karena saya ngalamin sendiri, rasanya rumah itu penuh tapi sepi tawa, sepi akan kehangatan keluarga. Dan yang harus saya syukuri lagi, I've never been experienced that occasion, I hope not. My mom cherish me alot, protects me alot, loving me that much. Singkat kata, keluarga saya kecil, sederhana, tapi saya nyaman berada disana, seperti kembali ke rumah. Keluarga saya adalah rumah saya. Tempat berpulang, tempat teraman dan ternyaman di dunia. That's how family should be.
Once again, Iam really grateful. Thanks God, giving me a way for experiencing, understanding, give a meaning of every seconds passed by. Thanks

Rabu, 21 Agustus 2013

With Laughter or With Tears

will the skies remember all of our times together
in the days far ahead, will we have different fates?
I used to say that there's no tomorrow and that today, I love you
I only had today so my heart felt so rushed
If i didn't tell you that I loved you back then
would we have been happy?
If i didn't tell you that I loved you back then
would we have been happy?

Now I'm finally living a different life
Now we can't call ourselves "us" when it's not "us" anymore

(Derive from translated song "with laughter or with tears")

Thinking Of You (Terinspirasi Ost Drama I miss You)


Dibuat saat pembacaan LPJ
 
21st of June, 2013 (Mubes Time)
That day, will be the reason for me to recall memories
To mersmerize all of the seconds we shared
Don’t you know how much seconds pass by without you?
Don’t you know I got so many things (include all of the emotions, sad, happy, tears, struggle, etc)

I thought, we were so so far away apart, but at every seconds I walk by
It seems I know you much better,
I know you without communicating each other,
Know you a lot
By looking others eyes, Iam thinking of you
By looking other expressions, I remember the way you express your emotions
By looking everybody talk, I remember your jokes
By looking rain fall heavily, I remember the precious time we shared.